Minggu, 06 November 2016

Tari Kreasi

Setelah selesai berkarya tari kreasi, segera upload video kalian pada youtube dengan #arca2d #smada30 #tarikreasi tulis nama kelompok dan judul tarian serta konsep pada deskripsi.Selamat berkreasi ^_^

Tari Kreasi

Tari Betawi dikelompokkan menjadi dua jenis tari yaitu bentuk tari Topeng dan tari Cokek. Ragam gerak dasar pada tari Betawi terdiri dari Gibang, selancar, rapat nindak, kewer, pakblang, goyang plastik dan gonjingan. Dari ragam gerak dasar tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi gerak yang lebih ritmis dengan ruang gerak yang lebih luas.
Tari merupakan bagian dari kehidupan masyakat Bali, hampir semua rutinitas upacara keagaman maupun upacara adat didalamnya terdapat unsur tari. Ragam gerak dasar tari bali terdiri dari ngumbang, agem, angsel, piles dan ngeseh. Gerakkan tari bali yang sangat dimanis dengan ciri khas geraknya ditambah dengan gerakan mata (nyeledet).
Ragam gerak dasar pada tari dayak yang berasal dari Kalimantan memiliki gerak terbang, duduk, memutar gong dan merendah. Dengan properti tari di pegang ditangan dan terbuat dari bulu-bulu ekor burung Enggang. Seorang penari yang menari di atas Gendang menjadi ciri khas dari tari Pa’gellu dari Toraja (Sulawesi Selatan). Ragam gerak dasar tari Pa’gellu dari yaitu gerak Pa’gellu, Pa’tabe, Pa’gellu Tua, Pang’rapa Pentalun, Panggirik Tangtaru, Pa’tutu. Tari pa’gellu di pertunjukkan di setiap upacara/ritual syukuran atau “Rambu Tuka” dikalangan suku Toraja dengan diiringi intrumen gendang. Setiap gerakan-gerakannya dalam pa’gellu adalah simbol keseharian masyarakat Toraja yang memiliki nilai filosofi yang dianut dalam aturan dan adat leluhur mereka.
Gerak pada tarian daerah Jawa biasanya tertuju pada gerak yang bertumbuh dan berkembang di keraton atau istana. Gerak – gerak yang berkembang di keraton memiliki aturan-aturan tersendiri dalam melakukannya. Setiap gerak memiliki makna dan filosofi tersendiri. Gerak dasar pada tari Jawa terdapat srisig, sabetan, hoyog, lumaksana, kengser, seblak sampur, ulap-ulap. Geraknya yang lembut menjadi ciri khas gerak tari Jawa. Tari Jaipong dari Jawa Barat yang berkembang dikalangan masyarakat atau rakyat memiliki gerak dasar yaitu adeg-adeg, cindek, tumpang tali, keupat tumpang siku, incid diding. Gerak yang baku dan dikembangkan menjadi gerak kreasi baru diperoleh dari hasil eksplorasi gerak yang dilakukan oleh penari dengan rangsangan imajinasi dan terjadilah respon gerak yang spontan lalu diolah menjadi gerak yang indah.

Fungsi Tari
Berdasarkan fungsinya tari-tarian di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 yaitu,
1. tari sebagai sarana upacara, 
2. tari sebagai sarana hiburan,
3. tari sebagai sarana pertunjukan atau tontonan dan tari sebagai media pendidikan.

Simbol Dalam Tari
Gerak dalam tari mengandung tenaga atau energi yang dikeluarkan dan mencakup ruang dan waktu. Gerak merupakan aktivitas yang dilakukan manusia didalam kehidupan. Artinya manusia dalam mengungkapan segala perasaan marah, kecewa, takut, senang, akan nampak pada perubahan-perubahan yang ditimbulkan melalui gerakan anggota tubuh. Gerak berasal dari pengolahan hasil dari perubahan dan akan melahirkan dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi yang dirangkai menjadi sebuah tarian. Tari merupakan ekspresi jiwa, oleh karena itu didalam tari mengandung maksud-maksud tertentu. Dari maksud yang jelas dan dapat dirasakan oleh manusia. Maksud atau simbol gerak yang dapat dimengerti atau abstrak yang sukar untuk dapat dimengerti tetapi masih tetap dapat dirasakan keindahannya.
Nilai Estetis Dalam Gerak Tari

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGfM7VGpxkgyRvSN2szzow4qFIXG_e_mc9f2xsGPdfGWrFE2H7CCSaipkepovLekOflKx2cV7f3MXXaxQN5W5kG3X0RMWwyU89P470xOP57-rDI1MYYGOD-KFP7sKy9PK6YW0ZpwD7YC3Y/s1600/tari1.png
Nilai estetis pada gerak tari merupakan kemampuan dari gerak tersebut untuk menimbulkan suatu pengalaman estetis. Pengalaman estetika dari seorang penari dalam melakukan gerak harus dilihat pula dalam kualiatas gerak yang dilakukannya. Setiap gerak tarian pasti memiliki nilai estetis tersendiri yang dapat diuraikan dan dijelaskan secara cermat. Jadi apa itu estetis? Hal yang perlu dipahami dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Benda itu sangat estetis karena adanya sifat yang melekat pada benda dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya estetis itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Jadi, estetis itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Masing-masing gerak setiap daerah memiliki keunikannya tersendiri yang tidak bisa terlepas dari pengaruh kebudayaan yang ada pada daerah itu sendiri. Genre dalam suatu daerah juga memiliki pengaruh besar dalam menilai nilai estetis suatu gerak tari. Jenis tari berdasarkan penyajiannya terbagi menjadi dua yaitu tari tradisional dan kreasi baru. Tari tradisional terbagi lagi menjadi tiga yaitu tari primitif, tari rakyat dan tari klasik.

Praktik Gerak Dasar Tari Sesuai Hitungan
Melakukan gerak tari dengan menggunakan hitungan akan lebih mengetahui bagaimana teknik dan proses dalam melakukannya. Dalam prosesnya melakukan gerak tari dapat dilakukan dengan perorangan, berpasangan atau berkelompok.
Melakukan gerak pada tari terdiri dari gerak kepala, gerak tangan, gerak badan dan gerak kaki. 

Gerakan badan pada tari, diantaranya sebagai berikut. 
1. Hoyog, yaitu gerakan badan dicondongkan ke samping kanan atau kiri. 
2. Engkyek, yaitu gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke kanan, dengan sikap tangan lurus ke samping. Polatan, yaitu gerakan arah pandangan. 
3. Oklak, yaitu menggerakkan pundak ke depan dan belakang. 
4. Entrag, yaitu menghentakkan badan kenbawah berkali-kali, seolah-olah badan mengeper.

Gerak kepala dalam tari jawa yaitu;
1. pacak gulu, 
2. gebesan, 
3. gileg, 
4. gelieur,
5. anggukan dan 
6. gelengan kepala tengok kanan dan kiri.

Gerakan kaki 
1. Debeg, yaitu menghentakkan ujung telapak kaki. 
2. Kengser, yaitu bergerak ke kiri atau ke kanan dengan menggerakkan kedua telapak kaki. 
3. Srisig, yaitu lari kecil dengan berjinjit. 
4. Trecet, yaitu telapak kaki jinjit bergerak ke kiri dan ke kanan. 
5. Tunjak tancep, yaitu sikap berdiri diam.

Gerakan tangan 
1. Malangkerik, yaitu gerakan posisi tangan berkacak pinggang.
2. Menthang, yaitu gerakan meluruskan tangan ke samping.
3. Nggrodha, yaitu gerakan siku di tekuk. 
4. Panggel, yaitu mengadu pangkal pergelangan tangan.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimUpbzma0LYWF6C1jAcN1WUQmHa4yzhJ0Syz5Mife7iwBzYJItFgI4AtGQDFPt_hhGLne7MUqjAlwPLLkPcz0Dqy9sfUz0LWjWCvegTlo0884MtrnsQiXass_wIuTPmQQCco14olHqutKW/s1600/Gerak+Tari.png
Teknik dan proses gerak dasar tari tradisional beragam. Indonesia memiliki keragaman tari yang berbeda-beda setiap daerahnya. Boleh jadi teknik gerak dan prosesnya sama tetapi memiliki istilah berbeda, tetapi mungkin juga ada yang sama dalam teknik dan prosesnya serta memiliki istilah yang sama. Pemahaman terhadap teknik gerak dasar tari tradisional adalah dasar untuk mengeksplorasi keanekaragaman gerak yang dapat dirangkai menjadi sebuah tarian.
Teknik gerak dasar ini terdiri dari: gerak kepala, gerak badan, gerak tangan dan gerak kaki. Dari keempat teknik inilah yang dapat dikembangkan menjadi sebuah kesatuan tarian yang utuh. Untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar-gambar gerak tari di bawah ini.
1.       Ragam Gerak Kepala
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4lMctkb_jqNacPG5LZyAQNjIC77QPiwe5h9Iuy0bMHRDnAbXPccax6n5KVdxWG6H3dBILUXiWIuiH2q9zIQmxl6wyjks_3iRA1Kn_K6ESDVipMfnEzqaDVlIJB-tQPUdKg1Mcx_9A-8W8/s1600/Screenshot_1.png
2. Ragam Gerak Badan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYxEtO2_DGRg4Qo4T88hv4eBbdY28QiB1jLmo3ELAB_yiqb7e1wEfJzdr57cZZa7sQh_KThQ9yxsLEOncOqWGwl89vLtRxgsRrsM6W7-xRB15n7qoTWewT1uDWBRhZst0lnk8g-KCKB1sH/s1600/Screenshot_2.png
Posisi seperti ini (gambar 4.6) badan tegak arah hadap ke depan, menurut kalian ini kemana saja badan ini dapat digerakkan? Nah betul, badan ini dapat digerakkan diputar ke kiri, dan diputar ke kanan. Apabila diputar ke ke kanan badan menjadi serong kanan, apabila ke kiri menjadi serong kiri. Gerak badan juga dapat dilakukan ke atas, dan ke bawah. Hampir disetiap tari di Indonesia menggunakan arah hadap yang bervariasi. Gerak badan yang berputar 180o terdapat pada Topeng Cirebon Gaya Losari yang disebut Ngelier.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-97uV36-SY5G9Ue4d-s-GKYLe82Py78KUjiiGp4bM1VEU9jhraCzodIyKJzOe2h2uj6TfvlY9cb3iHlBr2V2k3Tks7fl90LVhj_Vy6Y0J5dKHJZ9XRBUVlmj1y0SyFcj5hiu8SmiZ2Fe_/s1600/Screenshot_3.png
3. Ragam Gerak Tangan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyJkyfGLDSmCMkJK7X8FK-hb9nzDp2i6r3lH2y_GdAnjM_K_nAew1XKRapebzJXcNVdrVQ3ElO_tHCEzhRxM8_lMd2X3x_fyvCOts7ANUcKRTDeAPnItlHi53rQ4sHZq6hRvncXynqvv9W/s1600/Screenshot_4.png
4. Ragam Gerak kaki
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjND2wPq9Ni8pVGhAvU5bRT_1euNsvHfHHkoec6lhNvGUacgGz3oDFN7HqGZF5nBFdM17KMtPGSHag-MJnRnq1RJUWYpIQP2j3Z8osA-35g4FBgZScYUMXGKl8qvnDkSkQQVXwApBGqql6f/s1600/Screenshot_6.png

  1. Contoh lain teknik tari
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR8XEm2e5MVcjjyPvnvJIFs9w2EttTfFilmVQG6UNHdY-2iTV7yJNsD544lCJMK0mQ11V6_-jJA0-r7Zsr1UhFAzY9Rd8V3E2XhTrjMynTZCInjc7QhEyUh_MRaqwAa6q4r9FHIi-mKXZm/s1600/Screenshot_7.pngDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgXuAIdAOReOP9FZ1PPrzvC-6qFZQUsaPk33T-c-4fTmIrfA5AB0jE-bYCoA1uubPjoZzl5q345YJh7pQIhHZrc48VUa3dd_1TXe1Dgk7Mv2wGD2mpAeiAAylqhj2OaDCVZgsY8Uay1zfx/s1600/Screenshot_8.png
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAL2W0Sd1PIcPoI5FP7xtopmPms5Ok2-pmksc77xnM_Zg_EKIwM1m3rgENZ_GtmuFdlqZdzU0SJaHn6uKmRCYoBmREy6BouOvitrF4LMQIfmChC1x9dgeLVWwWv2Jtgh_pkXiT5ewa_JHM/s1600/Jenis+Tari.pngDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpdZc344q955c6Qj7erE4ukJWtWSVP6zpLqODfft98ih4WdO5e2PkA75rKCGEiVHWZasCNHPDMsLqnhddRJ2MBmdI_UaLsoD1UcU5QF0mKV8HsRD4W_ZQow-LlKOtAaXLJhrQcGQTNoaa5/s1600/Screenshot_5.pngDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhISTi-HYx48rctj_K0nRgZ1XWsa9FNs08uwvWc1L3vnDrkwHd1W707pjwaKWp_rVCgHX1_W5kCE8SsL1VgBe1loP1FvSBbygj-U3_yu66UvACrtGgS_S-EY5qmMorj6_Ti1ECeoHmsa9tL/s1600/Screenshot_9.pngDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCPvaCeYrMafOtBgH25zbQ8PiC8ZBVDVctxn2VWHXX7Y4ojfovTaSPbF7gLkSg2_S4lXc_YT84mfXFF4wT0dFkOtREnHfOO6hXP4P-qe8pbjsTwUxZpuHFi7s6X9q71MDEAMRdIxWn-rUB/s1600/Screenshot_10.png


Setelah selesai buatlah konsep dengan ketentuan
halaman 1

Rounded Rectangle: Foto kelompok dengan kostum dan gaya menari
 















Judul Tarian :
Judul Lagu Iringan :
Nama Kelompok :
Anggota Kelompok :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Kelas :

Seni Budaya
SMA Negeri 2 Depok
2016

halaman 2
Judul tarian:
Lagu Pengriring:
Durasi :

Konsep :

Skenario :


No
Nama Gerak
Uraian Gerak Asli
Uraian Gerak Eksplorasi
Hitungan
Pola Lantai
Foto
Gerak Eksplorasi
1

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




2

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




3

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




4

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




5

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




6

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




7

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :





Gerak Tambahan :
1.       Nama Gerak :
Deskripsi :            Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :
Ragam Gerak Badan :
Ragam Gerak Kaki :
2.        
3.       Dst…


Kamis, 26 Mei 2016

Kisi-Kisi UKK 2016 dan Jadwal Melukis Fenomena Seni Rupa

Jadwal Melukis

Kamis (setelah UKK) kelas XI IPS 3
Jumat 08.00 - 10.00 kelas XI IPA 1
Jumat 10.00 - 11.40 kelas XI IPA 2
Senin 08.00 - 10.00 kelas XI IPA 3
Senin 10.00 - 12.00 kelas XI IPA 4
Senin 13.00 - 15.00 kelas XI IPA 5
Selasa 08.00 - 10.00 kelas XI IPA 6
Selasa 10.00 - 12.00 kelas XI IPA 7
Selasa 13.00 - 15.00 khusus untuk yang belum selesai


Kisi-Kisi UKK
(Materi dari buku paket Seni Budaya Kelas XI Bab 1, 2 dan 3 serta teknik membuat lingkaran wana)

Materi IPA dan IPS
1.        Tujuan dari pengamatan dalam pameran adalah….
2.        Agar tujuan pelaksanaan pameran berjalan sesuai rencana, maka pembagian tugas bergantung ....
3.        Struktur panitia dalam sebuah pameran terdiri dari….
4.        Seksi yang bertugas mencari pembiayaan adalah ….
5.        Isi dari proposal pameran adalah ….
6.        Karya yang di pamerkan bersumber dari ….
7.        Proses kurasi pameran biasanya dilakukan oleh ….
8.        Tujuan dari kegiatan diskusi dalam kegiatan pameran adalah ..
9.        Pameran dalam setiap akhir pembelajaran seni budaya menjadi penting karena .
10.    Pendekatan saintifik yang dilakukan dalam proses pengkajian seni rupa diantaranya adalah….
11.    Menguraikan keberadaan rupa dengan kata-kata merupakan kajian dari aspek …
12.    Menguraikan tahapan teknis penciptaan, skill atau keterampilan merupakan kajian dari aspek ….
13.    Menemukan inspirasi dan gagasan seni pada karya merupakan kajian dari aspek ….
14.    Kajian aspek kreativitas adalah ….
15.    Kubisme cukup konsisten dalam penggarapan objek dan latar belakangnya, penggunaan warna dipikirkan secara rasional, dengan menselaraskan objek dengan latar belakangnya. Pada karya But Muchtar kehadiran objek sudah demikian tersamar dalam kesatuan kepingan komposisi bidang-bidang warna.
Kajian tersebut merupakan kajian seni rupa dalam aspek …
16.    Istilah seni rupa yang di gunakan pada era sebelum zaman industry adalah …
17.    Istilah mimesis sebagai bentuk ekspresi dari karya seni primivisme mengandung arti ….
18.     Ciri-ciri lukisannya berpedoman pada peniruan bentuk alam dan terikat hokum proporsi, anatomi, perspektif, dan objek yang sesuai dengan pandangan mata. Hal ini merupakan ciri-ciri dari aliran ….
19.    Lukisan realisme yang cenderung mengungkapkan adegan-adegan kehidupan manusia yang serba sengsara, getir, dan pahit disebut realisme ….
20.    Ciri-ciri pewarnaan dari aliran dekorativisme adalah ….
21.    Pada karya dua dimensi sering mengabaikan unsur …. dan …., sedangkan pada karya tiga dimensi mengabaikan …. bentuk ( …. )
22.    Faktor yang menjadi dominan menghakiki esensi seni rupa modern adalah ….
23.    Seni pop atau popular art muncul pada pertengahan tahun ….
24.    Efek after image sebagai vibrasi kilauan pada mata dalam karya pelukis Briget Riley (seni optik) terjadi akibat adanya ….
25.    Sinomin dari konseptual art adalah ….
26.    Hal yang paling penting dalam penciptaan seni adalah ….
27.    Bahasa estetik posmodern bersifat hiperrill dan ironik, diantaranya adalah….
28.    Nama seorang ilmuan (1642-1727) yang mengadakan percobaan tentang cahaya menggunakan prisma yang dipantulkan menggunakan sinar matahari yang menimbulkan spectrum warna adalah ….
29.    Lukisan di bawah ini menunjukkan gambar yang bertema sehari-hari, atau biasa disebut dengan istilah ….
30.    Ilmu yang menjadi dasar pemikiran kelahiran seni optik adalah ….
31.    Prinsip posmodernisme telah mengubah konsep seni rupa murni dan seni rupa pakai (terapan) menjadi ….
32.    Perbedaan dari seni konseptual dengan seni konvensional adalah….

Materi IPS
1.        Typography adalah salah seni dalam membuat ….
2.        Ukuran yang di gunakan dalam membuat lukisan diatas papan multiplex adalah …
3.        Langkah pertama sebelum membuat sketsa di papan multiplex adalah …
4.        Teknik menghias kain yang dapat di lakukan dalam praktek celup ikat adalah …
5.        Untuk menghasilkan pewarna yang meresap ke seluruh permukaan kain, langkah awal sebelum memberikan pewarna pada celup ikat adalah …
6.        Jika ingin menghasilkan warna hijau maka, pigmen warna yang di campurkan adalah ….
7.        Istilah lain dari celup ikat adalah …
8.        Persamaan mural dan graffiti adalah ….

Materi IPA
1.        Dalam seni rupa istilah yang digunakan untuk menyebutkan warna dasar adalah ….
2.        Warna yang di hasilkan dari mencampur dua warna primer yang berbeda akan menghasilkan warna ….
3.        Jika warna merah dan ungu mengasilkan warna magenta, maka warna ungu dan biru akan menghasilkan warna ….
4.        Cara untuk mendapatkan warna aquamarine adalah ….
5.        Dibawah ini yang merupakan warna adalah ….
6.        Dalam satu lingkaran warna, primer, sekunder dan tersier terdiri dari …. warna
7.        Warna yang pertama kali di berikan pada proses pembuatan lingkaran warna adalah …
8.        Langkah-langkah dalam membuat lingkaran warna sama seperti langkah-langkah dalam membuat persegi ….

Selamat Belajar  ^_^

Kamis, 10 Desember 2015

Daftar Nilai UAS XII dan XI MIPA, XI IPS 3

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬Daftar Nilai Siswa Kelas XI IPS 3, XI MIPA, dan XII MIPA
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Pengetahuan : 1. Apresiasi Seni Tari (tari kreasi)
2. Apresiasi Seni Rupa (dasar melukis wajah)
Keterampilan: 1. Tari Kreasi
2. Face Painting
UTS : Pengetahuan : Ujian tertulis Bab 5 dan 6
Keterampilan : Menarikan tari kreasi
UAS : Pengetahuan : Ujian tertulis Bab 1 dan 2
Keterampilan : Membuat animasi STOP Motion

Kelas XI IPS 3
Kelas XI MIPA 1
Kelas XI MIPA 2
Kelas XI MIPA 3
Kelas XI MIPA 4
Kelas XI MIPA 5
Kelas XI MIPA 6
Kelas XI MIPA 7
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Pengetahuan : 1. Konsep karya 3 Dimensi (tanah liat)
2. Konsep karya 2 Dimensi (film)
Keterampilan: 1. Membuat kreasi tanah liat
2. Membuat pra produksi film pendek
UTS : Pengetahuan : Ujian tertulis Bab 1 dan 2
Keterampilan : Membuat topeng keramik
UAS : Pengetahuan : Ujian tertulis Bab 1, 2 dan Materi Film
Keterampilan : Membuat pra produksi film pendek
Kelas XII MIPA 1
Kelas XII MIPA 2
Kelas XII MIPA 3
Kelas XII MIPA 4
Kelas XII MIPA 5
Kelas XII MIPA 6

Selasa, 01 Desember 2015

RAGAM HIAS NUSANTARA


(sumber: http://dekranasda.depok.go.id/sejarah-batik-kota-depok.html)

SUMATERA
1. Batik Aceh
Batik Aceh mengeluarkan warna-warna yang cenderung berani, merah, hijau, kuning, merah muda.  Biasanya motif batik Aceh yang tertera pada kain melambangkan falsafah hidup masyarakatnya. Motif pintu misalnya, menunjukkan ukuran tingi pintu yang rendah. Motif tolak angin menjadi perlambang banyaknya ventilasi udara di setiap rumah adat, motif ini mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah menerima perbedaan. Motif bunga jeumpa-bunga kantil, diambil karena banyak terdapat di aceh. Kuatnya pengaruh islam juga turut mewarnai motif-motif batik diantaranya ragam hias berbentuk sulur, melingkar, dan garis.

2. Batik Bengkulu
 Kain Besurek, Batik Kanganga (Batik Rejang Lebong).
Kain Besurek memiliki motif khas yang bernuansa kaligrafi Jambi dan Cirebon. Adopsi ini akhirnya membentuk sebuah desain batik khas Bengkulu. Batik Kanganga memiliki motif khas yaitu berupa huruf asli Rejang. Motif kain besurek yang bertuliskan huruf arab yang dapat dibaca, kain ini sangat sakral, terutama pada pemakaian kain upacara adat pengantin dan untuk menutupi mayat. Kain jenis ini biasanya berbentuk kerudung wanita calon pengantin yang digunakan untuk upacara ziarah ke makan para leluhur. Kain jenis ini tidak boleh dipergunakan secara sembarangan.

3. Batik Jambi
 Batik Kerinci (daerah Barat Jambi).
Kain dasar batik Jambi diberi pewarna alami dari tanaman dan buah-buahan seperti getah kayu dan saga. Warna khas : merah, kuning, biru, hitam. Motif batik Jambi pada umumnya diambil dari alam, seperti tumbuhan, hewan dan aktivitas sehari-hari warga Jambi. Motifnya satu-satu atau biasa disebut ceplokan. Motif batik Jambi yang sangat terkenal adalah motif kapal sanggat, kuau berhias, durian pecah, merak ngeram, tampok manggis.

4. Batik Padang.
Warna batik Padang kebanyakan hitam, kuning, merah, ungu. Polanya Banyumasan, Indramayuan, Solo, Yogya.

5. Batik Riau,
Di Riau ada batik Batik Selerang  yang sayangnya kabarnya sudah menghilang dan Batik Tabir. Batik Tabir warnanya lebih terang dan cerah seperti merah, kuning, hijau. Corak dan motif batik Riau adalah bunga bintang, sosou, cempaka, kenduduk



BATIK JAWA

Batik terlahir di tanah Jawa. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi perempuan.

JAWA BARAT
Di Jawa Barat ada batik Pasundan, batik Banyumas, batik Ciamis, batik Cirebon, batik Garut, batik Indramayu, batik Sumedang, batik Tasikmalaya.

1. Batik Banyumas
Batik Banyumas biasa sering disebut dengan batik Banyumasan. Warna  khas batik Banyumasan yaitu coklat gelap. Batik Banyumasan juga dominan dengan warna hitam dan kuning keemasan Typical batik Banyumasan terinspirasi dari gaya batik Yogya, Solo dan Lasem. Kain batik Banyumasan yang asli dicap bolak-balik.

2. Batik Ciamis
Sedangkan untuk motif Batik Ciamis adalah campuran dari batik Jawa Tengah dan pengaruh daerah sendiri terutama motif dan warna Garutan.

3. Batik Cirebon
Di Cirebon terdapat Batik Pesisiran, Batik Keratonan dan Batik Trusmi. Warna kain secara garis besar cerah dan ceria, merah, pink, biru langit, hijau pupus. Warna batik tradisional terpusat pada tiga warna yaitu krem, hitam, dan cokelat.  Batik Keratonan biasanya berwarna coklat soga atau keemasan.
Batik Pesisir dipengaruhi oleh budaya Cina. Motifnya lebih bebas, melambangkan kehidupan masyarakat pesisir yang egaliter. Motifnya banyak ditandai dengan gambar flora dan fauna seperti binatang laut dan darat, ikan, pepohonan, daun daunan. Batik Pesisiran : Batik bethetan Kedung Wuni Pekalongan, Motif Sarung Cirebonan, Bethetan Demak.
Batik keraton dipengaruhi oleh Hindu dan Islam. Motifnya cenderung berupa batu-batuan (wadas), kereta singa barong, naga seba, taman arum dan anyam alas. Batik Keratonan : Motif Ganggang .
Dua motif Cirebon yang terkenal adalah Corak Singa Wadas dan Mega Mendung.    Motif Singa Wadas adalah corak resmi kesultanan Cirebon (Kasepuhan) yang memperlihatkan bentuk Singa Barong dari keraton Kasepuhan. Motif ini kental dengan warna coklat, hitam dan krem.
Motif Mega Mendung yang tidak ditemui di daerah lain, yaitu motif berbentuk awan yang bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama. Motif ini mendapat pengaruh dari keraton-keraton di Cirebon.  Motif ini kaya akan warna merah, biru, violet, dan keemasan.

4.  Batik Garut atau Garutan
Warna cerah dan penuh pada sisi lainnya, menjadi ciri khas batik Garutan. Didominasi warna dasar krem atau gading (gadingan), biru, dan soga agak merah. Adanya warna ungu pada corak / desain batik garutan.
Motif batik Garutan adalah Limar, Merak Ngibing yang menggambarkan sepasang burung merak sedang menari. Kemudian ada corak bulu ayam yang memperlihatkan ekor ayam yang panjang dan dilengkung setengah lingkaran. Selain itu, ada juga lereng adumanis, lereng suuk, lereng calung, lereng daun, cupat manggu, bilik, sapu jagat, lereng peteuy dan lainnya. Motif-motif yang dihadirkan berbentuk geometrik sebagai ciri khas ragam hiasnya. Bentuk-bentuk lain dari motif batik Garut adalah flora dan fauna. Bentuk geometrik umumnya mengarah ke garis diagonal dan bentuk kawung atau belah ketupat.

5. Batik Indramayu
 Batik Dermayon , Batik Paoman
Awalnya Batik Paoman hanya memiliki dua warna, yakni warna kain dan warna motif. Warna motif pun masih tradisional, seperti biru tua atau coklat tua. Kini warna-warna pada Batik Paoman lebih beragam.
Ciri yang menonjol dari Batik Indramayu adalah ragam flora dan fauna diungkap secara datar, dengan banyak lengkung dan gari-garis yang meruncing (riritan), latar putih dan warna gelap dan banyak titik yang dibuat dengan teknik cocolan jarum, serta bentuk isen-isen (sawut) yang pendek dan kaku. Motif wadasan, iwak ketong, parang rusak. 
Motif-motif batik di Indramayu, banyak mendapat pengaruh besar dari gambar atau kaligrafi dari kawasan Arab, Cina atau daerah Jawa Tengah/Jawa Timur. Mayoritas motif batik yang digunakan pada Batik Indramayu menggambarkan kegiatan nelayan di tengah laut. 
Beberapa motif batik yang mencirikan motif Batik Pesisir khas Indramayu di antaranya adalah Etong (ikan, udang, cumi, kepiting, dll), Kapal Kandas, Ganggeng (ganggang laut), Kembang Gunda (tumbuhan yang hidup di pinggir pantai), dan Loksan.  Motif batik khas Indramayu juga ada yang menggambarkan kegiatan sehari-hari seperti Motif Swastika, Motif Merak Ngibing, Motif Kereta Kencana, dan Motif Jati Rombeng.  
Ragam hias geometris pada Batik Indramayu, antara lain: banji, kembang kapas, sijuring, pintu raja, obar-abir dan kawung.

6. Batik Sumedang atau Batik Kasumedangan
Dengan warna kain merah, motif batik Kasumedangan yaitu berpola ceplokan motif utama pada latar vertikal, horisontal atau polos, dan menemukan makna-makna simbolis dari motif-motif tersebut.

7. Batik Tasikmalaya
 Batik Tasikan, Batik Karajinan (Wurug), Batik Sukaraja/Sukapura (Batik tulis khas tasikmalaya)
Warna dasar kain merah, kuning, ungu, biru, hijau, orange dan soga.  Dan warnanya cerah namun tetap klasik dengan dominasi biru. Batik Sukapura : berciri khas warna merah, hitam, coklat.
Motifnya kental dengan nuansa Parahyangan seperti bunga anggrek dan burung, selain itu ada juga motif Merak-ngibing, Cala-culu, Pisang-bali, Sapujagat, Awi Ngarambat.
Batik Tasik memiliki kekhususan tersendiri yaitu bermotif alam, flora, dan fauna. Batik Tasik hampir sama dengan Batik Garut hanya berbeda dari warna, Batik Tasik lebih terang warnanya.

8. Batik Banten
Motif khas Banten yaitu motif datulaya, dasar belah ketupat berbentuk bunga dan lingkaran dalam figura sulur-sulur daun dengan warna dasar biru, variasi motif pada figura sulur-sulur daun berwarna abu-abu pada dasar kain warna kuning.  Sebenarnya ada 75 ragam hias batik Banten tang berbentuk tumpal dan belah ketupat, namun sekarang hanya 12 motif yang diproduksi yaitu : datulaya, pamaranggen, pasulaman, kapurban, pancaniti, mandalikan, pasepen, surasowan, kawangsan, srimanganti, sabakingking, dan pejantren.
Datulaya berasal dari kata  Datu dan Laya. Datu berarti pangeran dan Laya adalah tempat tinggal

JAWA TENGAH

Di Jawa Tengah ada batik Brebes atau dikenal dengan nama batik salem, batik Karanganyar, batik Klaten, batik Lamongan, batik Lasem, batik Pekalongan, batik Purworejo, batik Semarang, batik Solo, batik Sragen dan batik Tegal.

1. Batik Karanganyar.
Sejarah dan pengembangannya batik di Kabupaten Karanganyar mengalami perkembangan yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

2. Batik Lasem
Batik Tiga Negeri
Warna dasar kain beige, kuning. Dengn kombinasi warna corak merah, biru, kuning, hijau. Corak atau motifnya flora, fauna, naga

3. Batik Pekalongan
Warna kain beragam dan cerah, merah, kuning, hijau, biru, merah muda, dll.  Warna Batik Pekalongan yg pertama kali muncul adalah warna merah bata dan coklat. Motif batik Pekalongan kuno adalah motif yang dipakai saat pertama kali batik Pekalongan muncul. Motif ini biasanya berbentuk tentara Belanda atau orang Belanda dengan segala atributnya, atau bahkan berbentuk motif tank tentara. Motif Pekalongan sekarang lebih cenderung ke motif bunga atau biasa masayarakat menyebutkan motif buketan.

4. Batik Semarangan
Didominasi warna coklat dan hitam, kuning dan hijau dengan motif sarung kepala pasung

5. Batik Solo
Batik Saudagaran
Didominasi warna soga (coklat) dan biru tua.
Motif batik Solo adalah sidomukti, sidoluruh, lereng.  Motif batik Kebumen adalah pohon-pohon, burung-burungan. Motif-motif yang dilarang dibuat atau motif larangan adalah : motif Parang Barong, Parang Rusak dan Udan Liris.
Desain batik saudagaran terkesan berani dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warnanya.  Batik saudagaran muncul di daerah Surakarta dan Yogyakarta.

6. Batik Tegal : Batik Tegalan
Warna dasar kain hitam dan putih. Batik tegalan didominasi warna coklat dan biru. Ciri khas lain batik Tegalan adalah berwarna-warni.
Corak gambar atau rengrengan besar dan melebar. Motifnya banyak mangadaptasi dari aneka flora dan fauna disekitar kehidupan masyarakat di kota Tegal. Motif Grudo (Garuda) dengan warna terang yang mempertontonkan bentuk-bentuk sayap burung garuda dan motif Gribigan dengan bentuk khas anyaman bambu dalam warna agak gelap. Motif lainnya seperti kuku macan, tapak kebo, beras mawur, ukel, batu pecah, kotakan, cecek awe, tambangan, grandilan, sawo rembet, buntoro, karung jenggot, kopi pecah, corak daun teh, poci, cempaka putih, benang pedhot, mayang jambe.

7. Batik Yogyakarta
Batik Tha Thit (Gunung Kidul), Batik Geringsing (Dusun Pijenan), Batik Bantulan (Bantul)
Warna dasar kain putih, motif kain didominasi warna coklat tua,dan hitam. Sedangkan Batik Tulis Giriloyo kainnya berwarna dasar hitam.
Ada 400 motif batik khas Yogyakarta. 
Motif batik klasik Yogya yaitu motif parang, motif geometri, motif banji, motif tumbuhan menjalar, motif tumbuhan air, motif bunga, motif satwa dalam alam kehidupan, babon angrem, mendut, wahyu tumurun, pisang bali, dll.  
Motif yang biasa dipergunakan :seperti sido asih, keongan, ciptoning, keleng alus, sidomulyo, mukti, sidomukti.  Motif yang dilarang dibuat atau batik larangannya adalah : motif semen seperti semen ageng dan ragam hias peksi huk


JAWA TIMUR

1. Batik Banyuwangi
Batik Gajah Uling
Dasar kain berwarna putih dengan motif gajah uling. Gajah uling dari kata gajah dan uling yaitu sejenis ular yang hidup di air, semacam belut. Ciri itu berbentuk seperti tanda tanya yang secara filosofis merupakan bentuk belalai gajah dan sekaligus bentuk uling. Motif lain yang terdapat pada kain batik Banyuwangi yaitu kupu - kupu, suluran (sejenis tumbuhan laut), manggar (buah pinang/bunga kelapa)

2. Batik Madura
Batik Tanjungbumi, Batik Genthong, Batik Tulis Kristal
Warna yang digunakan kebanyakan diambil dari alam. Untuk warna merah hati diambil dari tanaman kaktus, hijau tua dari pohon mondo, serta warna hitam yang merupakan campuran dari warna merah, hijau dan merah.
Batik Madura mengandalkan corak bunga yang unik dengan daun-daunan.  Di daerah ini terdapat beberapa motif batik tertua yakni ramok, tasikmalaya, sebar jagab, rumput laut, okel dan panji lintrik.

3. Batik Mojokerto
Batik Kalangbret
Dasarnya berwarna putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Batik Majan dan Simo, warna babarannya merah menyala.

 4. Batik Pacitan
Batik Parikesit
Batik tulis khas Pacitan tergolong jenis klasik seperti motif sidomulyo, sekar jagat, semen romodan kembang-kembang.

5. Batik Ponorogo
Batik Cap Mori Biru (Batik Kasar)
Yang membuat batik ponorogo terkenal adalah karena pewarnaan nilanya yang tidak luntur. Motif batik Ponorogo adalah ragam hias burung dan bunga.

6. Batik Sidorajo
Corak batik Sidoarjo mengandalkan warna kuning dan merah bata.

7. Batik Tuban
Batik Gedog
Warna batik Gedog agak kegelap gelapan. Motif batik didominasi motif burung dan bunga. Motif batik Gedog yaitu panjiori, kenongo uleran, ganggeng, panji krentil, panji serong, dan panji komang. Tiga motif terakhir dahulu hanya dipakai oleh pangeran dan batik motif panji krentil berwarna nila diyakini dapat menyembuhkan penyakit.

8. Batik Tulungagung
Berwarna sogan (coklat) dan biru tua (wedelan).
Dengan motif Lung (tumbuhan) dan bunga dengan latar atau dasa cecek yang merupakan ciri khas Batik Tulungagung. Ragam hias batik khas daerah Tulungagung adalah motif perpaduan dari motif truntum dengan motif ceplok atau kotang. Sehingga merupakan motif baru.

batik adalah peninggalan nenek moyang kita yang juga bisa dikatakan unik, antik dan juga apik. Dan tak salah kan bila saya menyebutnya Si Jarik Cantik!

Sumber data dan foto : UKM Indonesia, Wikipedia, Google
Diposkan oleh Choi Hyuk Ra di 23.41
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Kesenian tradisional, RAGAM HIAS