Senin, 30 Januari 2017

Cara Membuat Konsep Pengantar Karya Seni Rupa

Seorang yang kreatif dan peka akan keindahan, tentu akan terwujud dalam karya buatannya. Sebuah karya yang memberi pesan tersendiri, memiliki makna yang ingin disampaikan walaupun karya tersebut tidak secara sengaja terciptakan untuk konsumsi publik.
Image result for MERANCANGDari sanalah kebahagiaan muncul, ketika karya telah selesai di buat dan ada rasa puas dalam diri penciptanya. Namun, keindahan sebuah karya seni tidak hanya berhenti pada apa yang dirasakan oleh pelakunya. Karya seni juga dapat memberi manfaat bagi penikmatnya, bisa manfaat langsung maupun tak langsung.
Sebuah konsep pengantar karya merupakan jembatan yang tepat, antara pelaku seni (pembuat) dengan penikmat seni. Penikmat akan lebih paham, apa yang ingin disampaikan oleh pembuat karya.

Image result for MERANCANG
Konsep Pengantar Karya terdiri dari beberapa halaman yang isinya berbeda dengan Makalah atau Karya Ilmiah lainnya. Berikut ini adalah contoh isi dari konsep pengantar karya seni.

Karya Seni Rupa Murni dan Kriya
1. Halaman Judul
 (berisi foto karya, nama pembuat, judul karya, kelas, dan tahun pembuatan)
2. Kata Pengantar
3. Daftar Isi
4. Bab 1 Pendahuluan
4.1 Latar Belakang
(ditulis dalam 5 paragraf, paragraf pertama berupa kerangka pemikiran secara umum dan tren serta fakta-fakta tentang karya yang akan dibuat sedangkan paragraf selanjutnya lebih kepada karya secara khusus yang sesuai dengan tema diantaranya, konsep karya, serta hal apa yang membuat kamu karya tertarik membuat karya tersebut.)
4.2 Tujuan
(berisi maksud dan tujuan karya tersebut di ciptakan serta fungsi karya yang akan di buat)
4.3 Manfaat
(apa manfaat yang akan diperoleh oleh pembuat karya dengan membuat karya tersebut, manfaat untuk diri sendiri dan orang lain)
5. Bab 2 Konsep Ciptaan 
5.1 Ide Penciptaan
5.1.1 Kajian Sumber Penciptaan - 
(berisi gagasan dari ide yang diciptakan pembuat karya dari hal yang menjadi insipari di lengkapi dengan foto) - maksimal 2 praragraf
5.1.2 Landasan Teori
(tentang terosi yang menjadi rekomnedasi proses penciptaan, bisa melalui web, blog atau buku referensi) - maksimal 2 praragraf
5.2. Penciptaan
5.2.1 Metode Penciptaan
(berisi langkah-langkah apa saja yang dilakukan mulai dari pencarian ide sampai eksperimen alat dan bahan)
5.2.2 Proses Penciptaan
5.2.2.1 Gambar Referensi
(berupa gambar yang menjadi referensi, ide dan sertakan sumbernya)
5.2.2.2 Sketsa Alternatif
(sertakan semua sketsa yang penah di buat dan sketsa terpilih yang akan menjadi karya)
5.3 Bahan
(semua media bahan yang digunakan secara lengkap, beserta foto bahan)
5.4 Alat
(semua alat yang digunakan untuk membuat karya tersebut)
5.5 Teknik
(bagaimana teknik dan trik yang digunakan dalam membuat karya tersebut, dilengkapi dengan foto alat)
5.6 Proses Pembuatan
(berisi langkah pembuatan sampai finishing yang dilengkapi dengan foto/gambar dan beri keterangan)
5.6.1 Foto Hasil
6. Kesimpulan
(beisi permasalahan dalam proses berkarya/mencari ide dan solusinya, serta harapan selanjutnya)
7. Daftar Pustaka

Laporan di print diatas kertas ukuran A4, dan di klip seperti gambar di bawah ini.
Image result for kertas di klip


Karya Fotografi
1. Halaman Judul
 (berisi foto karya, nama pembuat, judul karya, kelas, dan tahun pembuatan)
2. Kata Pengantar
3. Daftar Isi
4. Bab 1 Pendahuluan
4.1 Latar Belakang
(ditulis dalam 5 paragraf, paragraf pertama berupa kerangka pemikiran secara umum dan trend serta fakta-fakta tentang foto yang akan dibuat sedangkan paragraf selanjutnya lebih kepada foto secara khusus yang sesuai dengan tema diantaranya, konsep foto, serta hal apa yang membuat pembuat foto tertarik membuat foto dengan tema tersebut.)
4.2 Tujuan
(berisi maksud dan tujuan foto tersebut di ciptakan serta fungsi foto yang akan di buat)
4.3 Manfaat
(apa manfaat yang akan diperoleh oleh pembuat foto dengan membuat foto tersebut, manfaat untuk diri sendiri dan orang lain)
5. Bab 2 Konsep Ciptaan 
5.1 Ide Penciptaan
5.1.1 Kajian Sumber Penciptaan
(berisi gagasan dari ide yang diciptakan pembuat foto dari hal yang menjadi insipari di, misalnya dari web fotografer tertentu atau medai sosia fotografer tertentu. di lengkapi dengan foto-foto yang menginspirasi)
5.1.2 Landasan Teori
(tentang teori yang menjadi rekomnedasi proses penciptaan, bisa melalui web, blog atau buku referensi)
5.2. Penciptaan
5.2.1 Metode Penciptaan
(berisi langkah-langkah apa saja yang dilakukan mulai dari pencarian ide sampai prcobaan hunting foto)
5.2.2 Proses Penciptaan
5.2.2.1 Gambar Referensi
(berupa foto yang menjadi referensi, ide dan sertakan sumbernya)
5.3 Alat
(semua alat yang digunakan untuk membuat foto tersebut, jenis kamera, jenis lensa dan lain-lain)
5.4 Teknik dan Proses
(bagaimana teknik dan trik yang digunakan dalam membuat foto tersebut, misalnya posisi memfoto dengan naik di atas kursi, dll)
5.5 Foto hasil sebanyak 5 foto, dilengkapi dengan lokasi, bukaan (aperture), kecepatan rana (shutter speed), ISO, dan berikan caption pada foto tersebut.
6. Kesimpulan
(beisi permasalahan dalam proses berkarya/mencari ide dan solusinya, serta harapan selanjutnya)
7. Daftar Pustaka

Kamis, 19 Januari 2017

Kritik Musik

Image result for kartun tangga
A. Pengertian Kritik Musik
Istilah kritik atau critism (Inggris) berasal dari bahasa Yunani yakni krinein yang berarti memisahkan, merinci. Sedangkan objek yang dikritik dalam musik tentu saja terutama karya musik yang sedang dicermati. karya musik umumnya memiliki gagasan (keindahan) bunyi atau pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya. Gagasan (keindahan) bunyi atau pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya. Gagasan berupa nilai keindahan itulah yang akan dikritisi. Oleh karena itu ada orang yang menciptanya, maka gagasan dari penciptanya yang paling utama dianalisis. Oleh karena itu pula gagasan atau ide musik itu biasanya berupa hasil olahan perasaaan dan pikiran penciptanya terhadap sesuatu, maka hal-hal yang mendorong timbulnya gagasan tersebut yang dikaji lebih mendalam.

B. Penyajian Kritik Musik
Ada 4 hal pokok dalam kegiatan penyajian yang sudah umum digunakan pada kritik seni yaitu : 
1. Deskripsi
Judul lagu, nama pencipta dan penyaji, label (perusahaan rekaman), durasi, konduktor atau dirigen (jika ada), nama artis yang terlibat dalam konser tersebut / pembuatan video tersebut. 
2. Analisis 
Merupakan uraian berupa penjelasan hal-hal yang penting dari unsur nada, melodi, harmoni, ritme, dan dinamika musik yang terdapat pada lagu yang di analisis.
3. Interpretasi
Interpretasi dalam hal ini adalah membandingkan antara karya satu dengan karya lainnya yang asejenis. Maknanya bagi perkembangan nilai, baik nilai musikal maupun nilai-nilai ekstra musikal, seperti makna bagi kehidupan kita.
4. Evaluasi.

Menyatakan pendapat atas penyajian suatu musik, namun pendapat yang dimaksud bukan pendapat pribadi tanpa dasar. Evaluasi dari hasil deskripsi dan analisis yang ditunjang interpretasi. 

Tugas !
Buatlah sebuah laporan kritik musik dan
1. Lembar pertama (cover) berisi nama kelompok, daftar nama anggota kelompok, kelas dan foto kelompok.
2. Lembar kedua berisi kata pengantar

3. Lembar ketiga berisi daftar isi
4. Lembar keempat beisi deskripsi, analisis, interpretasi, evaluasi
5. Lembar berikutnya berisi partitur nada dan lirik
6. Lembar berikutnya berisi konsep aransemen
7. Lembar terakhir berisi kesimpulan

Minggu, 06 November 2016

Tari Kreasi

Setelah selesai berkarya tari kreasi, segera upload video kalian pada youtube dengan #arca2d #smada30 #tarikreasi tulis nama kelompok dan judul tarian serta konsep pada deskripsi.Selamat berkreasi ^_^

Tari Kreasi

Tari Betawi dikelompokkan menjadi dua jenis tari yaitu bentuk tari Topeng dan tari Cokek. Ragam gerak dasar pada tari Betawi terdiri dari Gibang, selancar, rapat nindak, kewer, pakblang, goyang plastik dan gonjingan. Dari ragam gerak dasar tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi gerak yang lebih ritmis dengan ruang gerak yang lebih luas.
Tari merupakan bagian dari kehidupan masyakat Bali, hampir semua rutinitas upacara keagaman maupun upacara adat didalamnya terdapat unsur tari. Ragam gerak dasar tari bali terdiri dari ngumbang, agem, angsel, piles dan ngeseh. Gerakkan tari bali yang sangat dimanis dengan ciri khas geraknya ditambah dengan gerakan mata (nyeledet).
Ragam gerak dasar pada tari dayak yang berasal dari Kalimantan memiliki gerak terbang, duduk, memutar gong dan merendah. Dengan properti tari di pegang ditangan dan terbuat dari bulu-bulu ekor burung Enggang. Seorang penari yang menari di atas Gendang menjadi ciri khas dari tari Pa’gellu dari Toraja (Sulawesi Selatan). Ragam gerak dasar tari Pa’gellu dari yaitu gerak Pa’gellu, Pa’tabe, Pa’gellu Tua, Pang’rapa Pentalun, Panggirik Tangtaru, Pa’tutu. Tari pa’gellu di pertunjukkan di setiap upacara/ritual syukuran atau “Rambu Tuka” dikalangan suku Toraja dengan diiringi intrumen gendang. Setiap gerakan-gerakannya dalam pa’gellu adalah simbol keseharian masyarakat Toraja yang memiliki nilai filosofi yang dianut dalam aturan dan adat leluhur mereka.
Gerak pada tarian daerah Jawa biasanya tertuju pada gerak yang bertumbuh dan berkembang di keraton atau istana. Gerak – gerak yang berkembang di keraton memiliki aturan-aturan tersendiri dalam melakukannya. Setiap gerak memiliki makna dan filosofi tersendiri. Gerak dasar pada tari Jawa terdapat srisig, sabetan, hoyog, lumaksana, kengser, seblak sampur, ulap-ulap. Geraknya yang lembut menjadi ciri khas gerak tari Jawa. Tari Jaipong dari Jawa Barat yang berkembang dikalangan masyarakat atau rakyat memiliki gerak dasar yaitu adeg-adeg, cindek, tumpang tali, keupat tumpang siku, incid diding. Gerak yang baku dan dikembangkan menjadi gerak kreasi baru diperoleh dari hasil eksplorasi gerak yang dilakukan oleh penari dengan rangsangan imajinasi dan terjadilah respon gerak yang spontan lalu diolah menjadi gerak yang indah.

Fungsi Tari
Berdasarkan fungsinya tari-tarian di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 yaitu,
1. tari sebagai sarana upacara, 
2. tari sebagai sarana hiburan,
3. tari sebagai sarana pertunjukan atau tontonan dan tari sebagai media pendidikan.

Simbol Dalam Tari
Gerak dalam tari mengandung tenaga atau energi yang dikeluarkan dan mencakup ruang dan waktu. Gerak merupakan aktivitas yang dilakukan manusia didalam kehidupan. Artinya manusia dalam mengungkapan segala perasaan marah, kecewa, takut, senang, akan nampak pada perubahan-perubahan yang ditimbulkan melalui gerakan anggota tubuh. Gerak berasal dari pengolahan hasil dari perubahan dan akan melahirkan dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi yang dirangkai menjadi sebuah tarian. Tari merupakan ekspresi jiwa, oleh karena itu didalam tari mengandung maksud-maksud tertentu. Dari maksud yang jelas dan dapat dirasakan oleh manusia. Maksud atau simbol gerak yang dapat dimengerti atau abstrak yang sukar untuk dapat dimengerti tetapi masih tetap dapat dirasakan keindahannya.
Nilai Estetis Dalam Gerak Tari

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGfM7VGpxkgyRvSN2szzow4qFIXG_e_mc9f2xsGPdfGWrFE2H7CCSaipkepovLekOflKx2cV7f3MXXaxQN5W5kG3X0RMWwyU89P470xOP57-rDI1MYYGOD-KFP7sKy9PK6YW0ZpwD7YC3Y/s1600/tari1.png
Nilai estetis pada gerak tari merupakan kemampuan dari gerak tersebut untuk menimbulkan suatu pengalaman estetis. Pengalaman estetika dari seorang penari dalam melakukan gerak harus dilihat pula dalam kualiatas gerak yang dilakukannya. Setiap gerak tarian pasti memiliki nilai estetis tersendiri yang dapat diuraikan dan dijelaskan secara cermat. Jadi apa itu estetis? Hal yang perlu dipahami dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Benda itu sangat estetis karena adanya sifat yang melekat pada benda dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya estetis itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Jadi, estetis itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Masing-masing gerak setiap daerah memiliki keunikannya tersendiri yang tidak bisa terlepas dari pengaruh kebudayaan yang ada pada daerah itu sendiri. Genre dalam suatu daerah juga memiliki pengaruh besar dalam menilai nilai estetis suatu gerak tari. Jenis tari berdasarkan penyajiannya terbagi menjadi dua yaitu tari tradisional dan kreasi baru. Tari tradisional terbagi lagi menjadi tiga yaitu tari primitif, tari rakyat dan tari klasik.

Praktik Gerak Dasar Tari Sesuai Hitungan
Melakukan gerak tari dengan menggunakan hitungan akan lebih mengetahui bagaimana teknik dan proses dalam melakukannya. Dalam prosesnya melakukan gerak tari dapat dilakukan dengan perorangan, berpasangan atau berkelompok.
Melakukan gerak pada tari terdiri dari gerak kepala, gerak tangan, gerak badan dan gerak kaki. 

Gerakan badan pada tari, diantaranya sebagai berikut. 
1. Hoyog, yaitu gerakan badan dicondongkan ke samping kanan atau kiri. 
2. Engkyek, yaitu gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke kanan, dengan sikap tangan lurus ke samping. Polatan, yaitu gerakan arah pandangan. 
3. Oklak, yaitu menggerakkan pundak ke depan dan belakang. 
4. Entrag, yaitu menghentakkan badan kenbawah berkali-kali, seolah-olah badan mengeper.

Gerak kepala dalam tari jawa yaitu;
1. pacak gulu, 
2. gebesan, 
3. gileg, 
4. gelieur,
5. anggukan dan 
6. gelengan kepala tengok kanan dan kiri.

Gerakan kaki 
1. Debeg, yaitu menghentakkan ujung telapak kaki. 
2. Kengser, yaitu bergerak ke kiri atau ke kanan dengan menggerakkan kedua telapak kaki. 
3. Srisig, yaitu lari kecil dengan berjinjit. 
4. Trecet, yaitu telapak kaki jinjit bergerak ke kiri dan ke kanan. 
5. Tunjak tancep, yaitu sikap berdiri diam.

Gerakan tangan 
1. Malangkerik, yaitu gerakan posisi tangan berkacak pinggang.
2. Menthang, yaitu gerakan meluruskan tangan ke samping.
3. Nggrodha, yaitu gerakan siku di tekuk. 
4. Panggel, yaitu mengadu pangkal pergelangan tangan.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimUpbzma0LYWF6C1jAcN1WUQmHa4yzhJ0Syz5Mife7iwBzYJItFgI4AtGQDFPt_hhGLne7MUqjAlwPLLkPcz0Dqy9sfUz0LWjWCvegTlo0884MtrnsQiXass_wIuTPmQQCco14olHqutKW/s1600/Gerak+Tari.png
Teknik dan proses gerak dasar tari tradisional beragam. Indonesia memiliki keragaman tari yang berbeda-beda setiap daerahnya. Boleh jadi teknik gerak dan prosesnya sama tetapi memiliki istilah berbeda, tetapi mungkin juga ada yang sama dalam teknik dan prosesnya serta memiliki istilah yang sama. Pemahaman terhadap teknik gerak dasar tari tradisional adalah dasar untuk mengeksplorasi keanekaragaman gerak yang dapat dirangkai menjadi sebuah tarian.
Teknik gerak dasar ini terdiri dari: gerak kepala, gerak badan, gerak tangan dan gerak kaki. Dari keempat teknik inilah yang dapat dikembangkan menjadi sebuah kesatuan tarian yang utuh. Untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar-gambar gerak tari di bawah ini.
1.       Ragam Gerak Kepala
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4lMctkb_jqNacPG5LZyAQNjIC77QPiwe5h9Iuy0bMHRDnAbXPccax6n5KVdxWG6H3dBILUXiWIuiH2q9zIQmxl6wyjks_3iRA1Kn_K6ESDVipMfnEzqaDVlIJB-tQPUdKg1Mcx_9A-8W8/s1600/Screenshot_1.png
2. Ragam Gerak Badan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYxEtO2_DGRg4Qo4T88hv4eBbdY28QiB1jLmo3ELAB_yiqb7e1wEfJzdr57cZZa7sQh_KThQ9yxsLEOncOqWGwl89vLtRxgsRrsM6W7-xRB15n7qoTWewT1uDWBRhZst0lnk8g-KCKB1sH/s1600/Screenshot_2.png
Posisi seperti ini (gambar 4.6) badan tegak arah hadap ke depan, menurut kalian ini kemana saja badan ini dapat digerakkan? Nah betul, badan ini dapat digerakkan diputar ke kiri, dan diputar ke kanan. Apabila diputar ke ke kanan badan menjadi serong kanan, apabila ke kiri menjadi serong kiri. Gerak badan juga dapat dilakukan ke atas, dan ke bawah. Hampir disetiap tari di Indonesia menggunakan arah hadap yang bervariasi. Gerak badan yang berputar 180o terdapat pada Topeng Cirebon Gaya Losari yang disebut Ngelier.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-97uV36-SY5G9Ue4d-s-GKYLe82Py78KUjiiGp4bM1VEU9jhraCzodIyKJzOe2h2uj6TfvlY9cb3iHlBr2V2k3Tks7fl90LVhj_Vy6Y0J5dKHJZ9XRBUVlmj1y0SyFcj5hiu8SmiZ2Fe_/s1600/Screenshot_3.png
3. Ragam Gerak Tangan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyJkyfGLDSmCMkJK7X8FK-hb9nzDp2i6r3lH2y_GdAnjM_K_nAew1XKRapebzJXcNVdrVQ3ElO_tHCEzhRxM8_lMd2X3x_fyvCOts7ANUcKRTDeAPnItlHi53rQ4sHZq6hRvncXynqvv9W/s1600/Screenshot_4.png
4. Ragam Gerak kaki
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjND2wPq9Ni8pVGhAvU5bRT_1euNsvHfHHkoec6lhNvGUacgGz3oDFN7HqGZF5nBFdM17KMtPGSHag-MJnRnq1RJUWYpIQP2j3Z8osA-35g4FBgZScYUMXGKl8qvnDkSkQQVXwApBGqql6f/s1600/Screenshot_6.png

  1. Contoh lain teknik tari
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR8XEm2e5MVcjjyPvnvJIFs9w2EttTfFilmVQG6UNHdY-2iTV7yJNsD544lCJMK0mQ11V6_-jJA0-r7Zsr1UhFAzY9Rd8V3E2XhTrjMynTZCInjc7QhEyUh_MRaqwAa6q4r9FHIi-mKXZm/s1600/Screenshot_7.pngDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgXuAIdAOReOP9FZ1PPrzvC-6qFZQUsaPk33T-c-4fTmIrfA5AB0jE-bYCoA1uubPjoZzl5q345YJh7pQIhHZrc48VUa3dd_1TXe1Dgk7Mv2wGD2mpAeiAAylqhj2OaDCVZgsY8Uay1zfx/s1600/Screenshot_8.png
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAL2W0Sd1PIcPoI5FP7xtopmPms5Ok2-pmksc77xnM_Zg_EKIwM1m3rgENZ_GtmuFdlqZdzU0SJaHn6uKmRCYoBmREy6BouOvitrF4LMQIfmChC1x9dgeLVWwWv2Jtgh_pkXiT5ewa_JHM/s1600/Jenis+Tari.pngDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpdZc344q955c6Qj7erE4ukJWtWSVP6zpLqODfft98ih4WdO5e2PkA75rKCGEiVHWZasCNHPDMsLqnhddRJ2MBmdI_UaLsoD1UcU5QF0mKV8HsRD4W_ZQow-LlKOtAaXLJhrQcGQTNoaa5/s1600/Screenshot_5.pngDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhISTi-HYx48rctj_K0nRgZ1XWsa9FNs08uwvWc1L3vnDrkwHd1W707pjwaKWp_rVCgHX1_W5kCE8SsL1VgBe1loP1FvSBbygj-U3_yu66UvACrtGgS_S-EY5qmMorj6_Ti1ECeoHmsa9tL/s1600/Screenshot_9.pngDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCPvaCeYrMafOtBgH25zbQ8PiC8ZBVDVctxn2VWHXX7Y4ojfovTaSPbF7gLkSg2_S4lXc_YT84mfXFF4wT0dFkOtREnHfOO6hXP4P-qe8pbjsTwUxZpuHFi7s6X9q71MDEAMRdIxWn-rUB/s1600/Screenshot_10.png


Setelah selesai buatlah konsep dengan ketentuan
halaman 1

Rounded Rectangle: Foto kelompok dengan kostum dan gaya menari
 















Judul Tarian :
Judul Lagu Iringan :
Nama Kelompok :
Anggota Kelompok :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Kelas :

Seni Budaya
SMA Negeri 2 Depok
2016

halaman 2
Judul tarian:
Lagu Pengriring:
Durasi :

Konsep :

Skenario :


No
Nama Gerak
Uraian Gerak Asli
Uraian Gerak Eksplorasi
Hitungan
Pola Lantai
Foto
Gerak Eksplorasi
1

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




2

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




3

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




4

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




5

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




6

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :




7

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :

Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :

Ragam Gerak Badan :

Ragam Gerak Kaki :





Gerak Tambahan :
1.       Nama Gerak :
Deskripsi :            Ragam Gerak Kepala:

Ragam Gerak Tangan :
Ragam Gerak Badan :
Ragam Gerak Kaki :
2.        
3.       Dst…